<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasutri kristen Archives - Eunike Family - Yayasan Eunike</title>
	<atom:link href="https://eunikefamily.org/tag/pasutri-kristen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://eunikefamily.org/tag/pasutri-kristen/</link>
	<description>Eunike Family</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Apr 2019 04:19:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://eunikefamily.org/wp-content/uploads/2023/10/cropped-LOGO-EUNIKE-2023-1-32x32.png</url>
	<title>pasutri kristen Archives - Eunike Family - Yayasan Eunike</title>
	<link>https://eunikefamily.org/tag/pasutri-kristen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahkota Seorang Istri adalah&#8230;. KETUNDUKAN</title>
		<link>https://eunikefamily.org/mahkota-seorang-istri-adalah-ketundukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Inge Joseph]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2019 04:18:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[istri tunduk]]></category>
		<category><![CDATA[pasutri]]></category>
		<category><![CDATA[pasutri kristen]]></category>
		<category><![CDATA[relasi suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[suami mengasihi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.eunikefamily.org/?p=2530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi saya yang tidak suka berdandan, kecantikan bukanlah kebanggan saya. Percaya atau tidak bahkan saya pernah botak saat duduk di bangku SMA! Kebanggaan (mahkota) saya adalah pribadi dan kemampuan saya! Tetapi kemudian dalam perjalanan hidup saya, Tuhan berbicara dan mengajarkan saya apa yang seharusnya menjadi kebanggaan khususnya saat saya sudah menjadi seorang istri. Efesus 5:22-24 &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://eunikefamily.org/mahkota-seorang-istri-adalah-ketundukan/">Mahkota Seorang Istri adalah&#8230;. KETUNDUKAN</a> appeared first on <a href="https://eunikefamily.org">Eunike Family - Yayasan Eunike</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bagi
saya yang tidak suka berdandan, kecantikan bukanlah kebanggan saya. Percaya
atau tidak bahkan saya pernah botak saat duduk di bangku SMA! Kebanggaan
(mahkota) saya adalah pribadi dan kemampuan saya! Tetapi kemudian dalam
perjalanan hidup saya, Tuhan berbicara dan mengajarkan saya apa yang seharusnya
menjadi kebanggaan khususnya saat saya sudah menjadi seorang istri. </p>



<p><em>Efesus
5:22-24 </em></p>



<p><em>Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti
kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah
kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat
tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala
sesuatu.</em></p>



<p>Ayat ini tentu bukanlah ayat yang asing bagi
kita. Seringkali saat kita menghadiri pemberkatan pernikahan, kita akan
menemukan khotbah pernikahan diambil dari ayat tersebut, bahkan mungkin
pernikahan kita sendiri diisi dengan wejangan tersebut. </p>



<p>Kata tunduk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
berarti (1) menghadapkan wajah ke bawah, condong ke depan dan ke bawah (tentang
kepala); melengkung ke bawah (tentang malai padi);&nbsp;<strong>2</strong>&nbsp;<em>t</em>akluk;
menyerah kalah;<strong> 3</strong>&nbsp;patuh; menurut (tentang perintah, aturan, dan
sebagainya). Sedangkan kata ketundukan berarti perihal (keadaan) tunduk;
ketaatan; kepatuhan.</p>



<p>Sebagai orang Kristen tentu ayat ini juga bukan ayat yang baru bagi saya. Sejak awal pacaran, saya menyadari bahwa hal ketundukan akan menjadi isu bagi hubungan kami. Saya dan (suami) saat ini memiliki karakter yang bertolak belakang. Saya adalah tipe orang ekstrovert, senang bergaul, senang terjun dalam organisasi, banyak dipercaya untuk menjadi seorang pemimpin bahkan sejak SMA! Saya memiliki ide-ide, inisiatif, spontan dan blak-blak an saat berbicara dan kurang peka ;p . Nah, bisa Anda bayangkan bagaimana tipe suami saya kan? Haha.. walau saya memiliki karakter yang demikian, saya bersyukur bahwa suami saya bukanlah orang yang “lemah” dan “mudah ditekan” haha.. kebayang dong apa jadinya kalau suami saya gak bisa “menguasai” saya. </p>



<p>Kesadaran merupakan anugerah. Dan perjuangan
adalah lebih lebih pertolongan Tuhan. kalau ga ada 2 modal ini: kesadaran dan
perjuangan, tentu ga akan ada niat untuk berubah dan doa tidak akan mengubah
apapun. </p>



<p>Beberapa contoh sederhana dalam relasi kami
mengenai ketundukan adalah jalan di mall. Gimana setiap kali saya yang dengan
inisiatif dan bergerak cepat memimpin ke segala arah! Bagaimana saya mengambil
keputusan-keputusan seperti saat saya masih <em>single
</em>(lajang) dengan tidak berdiskusi dengan suami baik pada saat pacaran maupun
setelah menikah! Bagaimana ketika saya bermaksud menjelaskan sebuah situasi
kemudian dianggap “membantah” dan “ngejawab” yang akhirnya berujung “ya diem
aja deh daripada ribut”. </p>



<p>Pada mulanya saya tidak sadar dan seringkali
merasa “duh masa sih gini aja jadi masalah”. Bersyukur punya suami yang sabar
dan mau berulang-ulang kali menjelaskan dan menjelaskan, ya walaupun terkadang
berakhir dengan ketegangan otot, urat, dan hati. Terkadang saya sampai berpikir
mungkin suami saya pilih salah orang, lebih baik dulu dia memilih wanita yang
tidak dominan, yang <em>enggeh enggeh </em>(iya-iya)
aja dan yang kalem. Saya seringkali merasa “terkurung” dengan apa yang dulu
saya pernah miliki, saya merasa harus “menyerah kalah” seperti arti kata tunduk
dalam KBBI dan saya tidak rela apalagi kalau saya merasa benar. Di sinilah ego
dan kesombongan bermain. Belum lagi ketika saya sebagai istri kemudian menuntut
suami untuk “mengasihi” , “mengerti”, dan “menerima” saya. </p>



<p>Lebih parahnya, ternyata masalah ini juga
berdampak kepada suami saya dimana ia kemudian merasa “tidak dihargai” sebagai
seorang kepala keluarga. Padahal kepercayaan diri seorang laki-laki terletak
dari penghargaan terhadap dirinya. Saya bukannya menjadi penolong tetapi
melemahkan suami saya. </p>



<p>Lima tahun sudah pernikahan kami, mungkin di
tahun kelima inilah baru akhirnya saya benar-benar menyadari apa itu ketundukan
dan bagaimana ketundukan itu seharusnya. Dengan sejumlah konflik, air mata, dan
pergumulan doa, Tuhan perlahan menyadarkan saya dan mengajarkan saya apa itu
tunduk. </p>



<ul class="wp-block-list"><li>Tunduk yang berarti percaya penuh bahwa suami saya tidak
pernah ada maksud jahat sama sekali untuk mencelakakan saya atau menjatuhkan
keluarga kami. </li><li>Tunduk yang berarti saya menyerah bahwa saya adalah penolong,
bukan kepala keluarga! Saya seharusnya menolong kepala keluarga untuk mengambil
keputusan bukan sebagai pembuat keputusan! </li><li>Tunduk yang berarti patuh kepada apa yang ia minta. Tentu
suami saya bukan ditaktor tetapi ia seorang yang lemah lembut dengan segala
masukan dan saran. Hanya saja saya perlu memperbaiki cara berbicara agar tidak <em>bossy</em> melainkan lebih lembut. </li><li>Tunduk yang berarti mau mendengar dan bukannya dengan emosi
menjawab dan membela diri.</li><li>Tunduk yang berarti menyerahkan ego sendiri dan belajar untuk
lebih lembut dalam menerima caranya memimpin. </li></ul>



<p>Apakah pergumulan saya sudah selesai sampai di sini? Tentu belum! Ini adalah awalnya dan saya masih harus menjalani perjalanan panjang belajar tentang ketundukan. Tunduk kepada suami sebagai kepala, tunduk kepada otoritas dunia, dan tunduk kepada Tuhan. </p>



<p>Sharing by: Manti Rivai</p>
<p>The post <a href="https://eunikefamily.org/mahkota-seorang-istri-adalah-ketundukan/">Mahkota Seorang Istri adalah&#8230;. KETUNDUKAN</a> appeared first on <a href="https://eunikefamily.org">Eunike Family - Yayasan Eunike</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
